[BATAM FF PERJUANGAN] – Rappelling


“Nadya, sit harness kamu sudah oke kan?”

“Iiii…ya Bang.” Aku yang sejak tadi terdiam, tiba-tiba tersentak.

“Tinggal kamu yang belum turun.”

“Eh, iya yah,” sambil tengok kanan dan kiri.

“Pasang figure of eight-nya.”

Nadya berusaha mengatur napas. Tangan Nadya gemetar memasang figure of eight di kern mantel.

“Sekarang, pakai sarung tangannya. Slayernya dijauhin dari figure of eight. Kalau nyangkut di figure of eight, BAHAYA.”

“Posisi badan kamu kira-kira 90 derajat dengan tebing. Tangan kanan kamu pegang tali, trus ke belakangin. Kalau mau turun, dikendorin. Tangan kiri juga di kebelakangin. ”

Nadya menuruti instruksi yang diberikan. Detak jantung Nadya semakin cepat. Adrenalinnya terpacu karena ia yang phobia ketinggian harus menuruni tebing setinggi 8 meter dengan tali. Tak pernah terpikir dalam hidupnya untuk menantang phobianya dengan cara seperti ini.

“Badan kamu jauhin dari tali. Ga usah takut Nad.”

“Klo sudah siap, bilang BELAY ON ke Arif yang lagi nge-BELAY di bawah. Kalau dia sudah bilang ON BELAY, baru kamu bisa turun. Ngerti?”

Aku mengangguk.

“Yaudah sekarang turun.”

“Sekarang Bang?”

“Emangnya kamu mau dihitung 10 hitungan sampai bawah?”

“Eh, ng…ngga Bang. Ga usah dihitung. Iya, saya turun sekarang.”

BELAY OOOOOON”, teriak Nadya.

ON BELAY”, sahut Arif.

“Bismillah…”, ucap Nadya di dalam hati.

Dengan gaya seperti tentara, Nadya mencoba menuruni tebing meski tak secepat para militer yang terlatih. Setelah berhasil menuruni tebing, Nadya segera melepas figure of eight nya. Rasa takut pun sudah menghilang sejak di tengah perjalanan menuruni tebing tadi.

“Gimana Nad, asyik ga? Mau lagi?”

“Asyik banget,” Nadya mengangguk dengan semangat.

Depok, 30 September 2011

Advertisements