SunGlacier – Perpaduan Kreatifitas, Seni, dan Ilmu Pengetahuan Alam


Saat mencari beberapa referensi di Dutch Dialy News, perhatian saya langsung tertuju pada sebuah berita yang berjudul “Dutch artist to make ice in desert”. Rasa penasaran saya pun membuncah ketika mengetahui bahwa proyek yang bernama SunGlacier tersebut merupakan proyek pembuatan lapisan es (gletser) yang berbentuk daun di padang pasir dengan memanfaatkan energi matahari.

Penggagas SunGlacier adalah seorang seniman Belanda yang bernama Ap Verheggen. Ia adalah seorang seniman yang tidak hanya fokus pada pembuatan patung saja, tetapi ia juga piawai dalam mendesain objek, menulis, dan membuat film dokumenter.

Ide pembuatan SunGlacier diawali dengan keinginan Ap untuk memperkenalkan sebuah ide positif dalam pembahasan tentang perubahan iklim. Karena iklim merupakan proses dinamis, maka respon yang kreatif dan inovatif pun dibutuhkan untuk menghadapi tantangan perubahan iklim yang terjadi.

Proyek SunGlacier ini dimulai sejak tahun 2010 dengan anggota partisipan yang terdiri dari Unesco IHE, Cofely Refrigeration BV supports the project in the field of refrigeration technology, dan The Waterchannel.nl. Gambar di bawah ini merupakan desain dari SunGlacier.

Bentuk SunGlacier terdiri dari dua bagian, yaitu an floating white deck dan around bald metal. Bentuk dari dek itu sendiri terinspirasi pada pola molekul H2O. Sehingga ketika Anda berada di padang pasir dan mendekati SunGlacier, Anda seperti merasakan sebuah fatamorgana. SunGlacier ini akan mewakili cara berpikir kreatif tentang adaptasi perubahan iklim dengan memadukan kreatifitas, seni, dan ilmu pengetahuan.

Membuat lapisan es di padang pasir tentu tidaklah mudah. Perlu didukung dengan ilmu pengetahuan dan kreatifitas. Percobaan yang telah dilakukan dengan menggunakan cofely refigerator telah menunjukkan bahwa penciptaan es di lingkungan gurun  dapat dilakukan dengan menggunakan energi matahari.

Masalah-masalah umum pun timbul, seperti fakta iklim yang harus dihadapi dalam lingkungan padang pasir, ketersediaan air yang cukup, kemampuan untuk menghasilkan frigiditas (kapasitas pembekuan) yang cukup untuk membuat es dan mempertahankan volume es, banyaknya energi yang dibutuhkan, serta karakteristik dari SunGlacier itu sendiri.

Kondisi iklim dari padang pasir dapat bervariasi. Oleh karena itu, pilihan lokasi sangatlah penting agar proyek ini bisa berjalan. Kemudian, satu-satunya sumber air yang menguntungkan adalah uap air yang tersedia di udara. Untuk membuat es dan mempertahankan volume es, refrigerasi kompresi merupakan pilihan yang terbaik hingga sejauh ini. Konsrtuksi awal SunGlacier dan percobaan untuk membuat es pada temperatur yang tinggi pun telah dilakukan, seperti yang ditunjukkan pada gambar di bawah ini.

Pada akhirnya, jumlah energi yang dibutuhkan akan sangat bergantung pada bentuk dan karakteristik (misalnya perpindahan panas) dari SunGlacier itu sendiri. Untuk meningkatkan pemahaman tentang masalah ini, Ap dan tim akan melakukan beberapa simulasi pada berbagai bentuk dan bahan. Sumber energi yang akan digunakan berasal dari energi matahari yang dikombinasi dengan energi angin. Bentuk dan karakteristik SunGlacier ini akan sangat dipengaruhi oleh perpindahan panas yang diperlukan dan paparan dari sinar matahari, serta pengaruh angin.

SunGlacier merupakan ide kreatif dari Ap Verheggen dalam menghadapi perubahan iklim yang semakin ekstrim di muka bumi. Ap Verheggen berharap agar proyek seni SunGlacier ini dapat merangsang orang lain untuk berpikir kreatif tentang solusi terhadap tantangan perubahan iklim.

Jumlah kata: 482 kata

Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba Kompetiblog2012

Referensi: Dutch Daily News dan SunGlacier

Depok, 15 Mei 2012