Manfaatkan Emas untuk Tabungan Hajimu


“Mba, kepengen pergi haji gak?”

“Ya pengen lah Pak.”

“Tabungan haji nya udah berapa?”

Diam. “Belum mulai Pak.”

“Yah, kalau begitu berarti Mba gak niat pergi haji donk.”

Jleb.

Kira-kira seperti itulah percakapan antara saya dengan supir travel saat perjalanan dari Bontang menuju Balikpapan. Saya merasa tertampar sekali mendengar ucapan dari supir travel tersebut. Tertampar karena saya memiliki niat untuk menunaikan ibadah haji, namun belum memiliki tabungan haji. Percakapan itu terus terngiang hingga saya tiba di Jakarta. Saya pun mencari tahu mengenai tabungan haji dan cara yang tepat untuk menabung biaya haji.

Setiap muslim pasti berkeinginan untuk menunaikan rukun Islam yang kelima. Bagi umat muslim yang ada di Indonesia, biaya haji yang diperlukan tidaklah sedikit. Oleh karena itu, bagi orang yang berpenghasilan biasa-biasa saja, menabung adalah salah satu cara untuk bisa menunaikan ibadah haji. Menabung bisa dilakukan di rumah atau pun di bank. Namun, jika mereka menabung “dengan jumlah yang salah”, maka selamanya mereka tidak akan pernah bisa berhaji. Maksud dari “jumlah yang salah disini” adalah menabung tanpa memperkirakan terjadinya inflasi (penurunan nilai uang).

“Banyak orang yang mengira bahwa mereka bisa pergi haji dengan menabung, padahal kalau mereka menabung dengan jumlah yang salah, maka selamanya mereka tidak akan pernah bisa berhaji.”

(Think Dinar – hal 49)

Uang Kertas sebagai Tabungan Haji

Ketika mendengar kata menabung, mungkin kebanyakan orang berpikir bahwa mereka haruslah menabung dengan uang kertas (rupiah). Perlu diketahui bahwa jika kita menabung dengan rupiah, maka kita harus memperkirakan nilai inflasi yang akan terjadi. Besarnya inflasi yang terjadi rata-rata sebesar 10% setiap tahunnya, sedangkan bunga atau bagi hasil yang diberikan oleh bank antara 6-8% per tahun.

Bunga atau bagi hasil yang tidak sebanding dengan inflasi, akan menyebabkan daya beli uang menjadi berkurang sekalipun nilai nominalnya bertambah. Selain itu, jika kita menabung dalam bentuk uang kertas (rupiah), maka kita akan menghadapi banyak ketidakpastian, yaitu:

1. Kenaikan biaya haji itu sendiri.

2. Kurs mata uang rupiah terhadap mata uang lain, terutama US dollar. Hampir seluruh komponen pelayanan haji tergantung dengan pergerakan US dollar.

3. Inflasi dalam negeri yang mempengaruhi naiknya harga komponen layanan haji.

Nah, jika kita salah dalam menabung, mungkin tabungan kita tidak akan pernah cukup untuk membiayai ibadah haji.

Emas sebagai Tabungan Haji

Emas merupakan ciptaan Allah SWT yang cocok dijadikan sebagai alat transaksi. Ada yang menyebut emas sebagai Heaven Currency karena kemampuannya menjaga keadilan dalam memenuhi kebutuhan manusia, namun tidak berlebihan. Nilai emas jika ditakar dengan mata uang kertas (rupiah), rata-rata naik 25% per tahun. Angka tersebut jelas lebih tinggi dibandingkan bagi hasil deposito bank dan tentu saja dapat melawan arus inflasi. Selain itu, pecahan emas hingga 1 gram bisa kita dapatkan dengan mudah. Sehingga menabung dalam emas dapat dilakukan oleh siapa saja, termasuk orang dengan penghasilan biasa-biasa saja.

Selain menabung dalam emas batangan, kita juga dapat menabung dalam Dinar. Karena emas adalah kandungan intrinsik dari Dinar, maka kenaikan Dinar pun mengikuti kenaikan harga emas. Yang menarik dari Dinar adalah dari zaman Rasulullah SAW sampai dengan sekarang, satu Dinar selalu cukup untuk membeli seekor kambing. Hal tersebut menunjukkan bahwa Dinar terbukti anti inflasi.

Dalam Dinar, biaya haji selalu turun setiap tahunnya. Berikut historis Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) dalam Dinar:

• BPIH tahun 1997 : 97 Dinar

• BPIH tahun 2000 : 70 Dinar

• BPIH tahun 2003 : 50 Dinar

• BPIH tahun 2010 : 22 Dinar

• BPIH tahun 2011 : 17 Dinar

BPIH 2011 sekitar Rp 30.771.900, rerata harga Dinar pada bulan Juli 2011 sekitar Rp 1.900.000/Dinar. Sedangkan dalam Dinar, BPIH 2011 sekitar 16.2 Dinar ≈ 17 Dinar. (Sumber: outletdinar.com)

• BPIH tahun 2012 : 16 Dinar

BPIH 2012 sekitar Rp 34.361.500, rerata harga Dinar selama bulan Juli 2012 sekitar Rp 2.150.000/Dinar. Sedangkan dalam Dinar, BPIH 2012 hanya membutuhkan sekitar 15.98 Dinar ≈ 16 Dinar. (Sumber: outletdinar.com)

Berdasarkan historis BPIH tersebut, Insya Allah emas masih cukup “ampuh” untuk membantu kita dalam merencanakan ibadah haji. Mengingat antrian haji yang tidak kurang dari 6 tahun, maka menabung dalam emas untuk berhaji Insya Allah akan lebih aman dan menguntungkan. Yuk, kita menabung emas untuk tabungan haji. ^^

Wallahu’alam.

Sumber:

1. Buku Think Dinar

2. outletdinar.com

3. tempo

4. Foto dari sini

Depok, 01 Oktober 2012