Ekspedisi Takabonerate : Menikmati “Surga”nya Makassar sambil Menyelami Budaya Setempat


Mungkin, nama Takabonerate masih terdengar asing ditelinga Anda. Takabonerate adalah nama Taman Nasional Laut yang terletak di sebelah selatan Benteng, ibu kota Kabupaten Selayar, Provinsi Sulawesi Selatan. Dalam bahasa Bugis, Takabonerate memiliki arti hamparan karang di atas pasir. Sesuai dengan namanya, Taman Nasional Laut Takabonerate ini memiliki atol alias pulau karang terbesar ketiga di dunia (setelah Kwajifein di Kepulauan Marshal dan Suvadiva di Kepulauan Moldiva) dengan luas 220.000 hektar. Kawasan ini dapat diakses selama kurang lebih satu jam dari arah pantai timur Pulau Selayar (Pelabuhan Pattumbukang).

Untuk memperkenalkan keindahan Takabonerate kepada khalayak, pemerintah provinsi Sulawesi Selatan mengadakan sebuah kegiatan yang diberi nama Takabonerate Island Ekspedition. Takabonerate Island Ekspedition ini menjadi salah satu kegiatan unggulan wisata bahari provinsi Sulawesi Selatan yang peyelenggaraannya terletak di kawasan Taman Nasional Takabonerate. Kegiatan yang telah diselenggarakan sejak tahun 2009 ini, merupakan kegiatan tahunan yang dirangkaikan dengan peringatan hari jadi Kepulauan Selayar.

Pada tahun 2012 ini, Takabonerate Island Ekspedition berupa rangkaian acara yang dikemas dalam bentuk International Fishing Tournament, Fun Dive, Photography Competition, Fam Tour, Parade Joloro Hias, Pagelaran Seni Budaya, dan ditutup dengan acara Bakti Lingkungan Hidup. Rangkaian acara tersebut diaksanakan dari tanggal 13 Oktober 2012 hingga 18 November 2012.

 

 Menikmati “Surga”nya Makassar

Selama melancong di Takabonerate, Anda tidak hanya akan merasakan wisata bahari yang menantang, tetapi mata Anda juga akan dimanjakan dengan air jernih dan karang lunak yang bisa dilihat dengan mata telanjang. Takabonerate memiliki terumbu karang yang sudah teridentifikasi sebanyak 261 jenis dari 17 famili, diantaranya Pocillopora eydouxi, Montipora danae, Acropora palifera, Porites cylindrica, Pavona clavus, dan lain-lain. Sebagian besar jenis-jenis karang tersebut telah membentuk terumbu karang penghalang (barrier reef), terumbu karang tepi (fringing reef), dan terumbu karang cincin (atoll). Semuanya merupakan terumbu karang yang indah dan relatif masih utuh.

 Selain atol, di Takabonerate terdapat 21 gugusan pulau-pulau yang enam diantaranya telah berpenghuni. Dibandingkan dengan pulau lainnya, baru Pulau Tinabo yang sudah dilengkapi penginapan dan pos pemantauan yang dikelola Balai Taman Nasional Takabonerate. Pulau-pulau di Takabonerate memiliki pantai pasir putih dan vegetasi yang didominasi oleh pohon kelapa dengan luas kurang lebih 320.765 hektar. Dua puluh dua titik penyelaman yang ada di Takabonerate juga akan membuat wisata bahari Anda menjadi semakin tak terlupakan. Selain mengeksplor panorama bawah laut, Anda juga dapat melihat ikan hiu (Sphyrna spp) hingga kerapu dari jarak dekat.

Selain keindahan taman laut, bagi yang hobi memancing, Anda dapat menyalurkan hobi Anda di sekitar tubir-tubir karang. Tidak hanya ikan Barakuda dan Tuna yang mungkin akan Anda dapatkan, tetapi juga ikan karang yang berukuran relatif besar.

Wisata Budaya

Untuk menjadikan liburan Anda semakin berkesan, cobalah bermalam di rumah penduduk untuk menyelami keseharian suku Bugis dan Bajo yang menetap di Pulau Rajuni Kecil, Desa Rajuni. Para penduduk Rajuni cukup terbuka menerima tamu dan para wisatawan. Meski sederhana, masyarakat di sana juga menyediakan homestay bagi para wisatawan yang ingin bermalam

Pulau Rajuni Kecil merupakan salah satu pulau berpenghuni di kawasan Taman Nasional Takabonerate. Di sini, Anda dapat berkeliling menyaksikan aktivitas pembuatan kapal kayu, melihat proses pengeringan ikan secara tradisional, menyaksikan aktivitas para ibu dan anak-anak mencari gurita, kerang laut, dan tie-tie (bulu babi) saat air laut surut, hingga melakukan obrolan santai bersama para nelayan yang sedang memperbaiki jaring dan perahu mereka. Karena wilayah pulau yang relatif kecil, Anda bisa menjelajahi keseluruhan pulau ini hanya dalam waktu kurang dari satu jam.

Cobalah untuk menikmati kuliner khas setempat untuk memberi kesan mendalam pada perjalanan Anda. Tie-tie, ikan bakar, sayur kelor, kolak sukun, dan bakso cakalang adalah sedikit dari kuliner khas yang dapat ditemukan di sana.

Melakukan ekspedisi ke Takabonerate tidak hanya menikmati panorama bawah laut, tetapi juga menyelami kearifan lokal masyarakat setempat. Berminat melakukan ekspedisi ke Takabonerate?

Sumber:

http://www.dephut.go.id/INFORMASI/TN%20INDO-ENGLISH/tn_sulawesi.htm

http://regional.kompas.com/read/2011/12/23/12342061/Takabonerate.Menyuguhkan.Surga.Atol

http://www.tntakabonerate.com/

***

Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Penulisan Takabonerate. Info lomba dapat dilihat di http://www.mymakssar.com

Depok, 9 November 2012 ; pukul 23.45