Refleksi Pekan Pertama Training


In Class Training

Jumat, 23 Nov 2012

Hari ke-4

Bismillahhirrohmannirrohim….

Tidak terasa telah tiba di akhir pekan pertama training. Materi tentang gambaran Dompet Dhuafa, etika Amil, dan fiqih zakat telah saya lalui bersama rekan-rekan amil seperjuangan. Di hari keempat training, seharusnya rasa sungkan karena berprofesi diluar jalur pendidikan normal sudah tidak ada lagi. Akad telah ditandatangani dan ikrar pun telah terucap. Kini saatnya belajar dan berjuang untuk melaksanakan profesi baru yang bernilai ibadah, Insha Allah. Meski masih meraba-raba mengenai profesi amil ini, sepertinya benih-benih kecintaan itu sudah mulai tumbuh. Tidak hanya dengan profesi saya yang baru, tetapi juga dengan lingkungan, serta rekan-rekan yang selalu bersemangat dan selalu berpikiran positif. Hal yang sulit saya temukan ketika saya berada di tempat kerja saya terdahulu.

Sejak awal proses perekrutan, selalu disampaikan bahwa potensi ZISWAF di Indonesia pada tahun 2012 sebesar Rp 225,26 Triliun. Angka tersebut adalah  APBN 2013. Jika angka tersebut terpenuhi, tentunya pemberdayaan untuk para mustahik bisa lebih luas jangkauannya. Di dalam Al-Qur’an, zakat selalu digandengkan dengan shalat, sebanyak 82 kali. Hal tersebut menunjukkan bahwa umat Islam harus menyeimbangkan antara habluminallah dan habluminannas. Tujuan zakat bukan sekedar memberi bantuan sewaktu-waktu kepada orang miskin untuk meringankan penderitannya. Tujuan utama dari zakat adalah untuk menanggulangi kemiskinan agar orang miskin bisa hidup berkecukupan selama-lamanya. Dengan demikian, akan terjadi perubahan sosial dari mustahik menjadi muzakki.

Adapun harta yang wajib dizakatkan, diantaranya emas dan perak, hasil pertanian, barang dagangan, binatang ternak, hasil tambang, dan rikaaz. Selain itu, ada juga zakat penghasilan. Untuk zakat penghasilan, ada perbedaan dalam menentukan nishabnya. Ada yang menganalogikannya dengan nishab hasil pertanian, yakni 530 kg beras/630 kg gabah kering, dan ada juga yang menganalogikannya dengan nishab emas dan perak, yakni 84 kg. Meskipun ada perbedaan dalam penentuan nishab, persentase untuk zakat penghasilan sebesar 2,5%.

Jika bicara tentang zakat, tentu tidak bisa lepas dengan peran seorang amil. Seorang amil bertugas untuk menghimpun dan menyalurkan dana ZISWAF.

“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu ketentraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Medengar lagi Maha Mengetahui.” (QS At Taubah (9) : 103)

Dengan menghimpun dana, seorang amil membantu para muzakki untuk mengambil bagian yang menjadi hak para mustahik dari harta mereka. Pun dengan menyalurkan dana, seorang amil membantu menyampaikan bagian yang menjadi haknya para mustahik. Ada pun yang tidak boleh diberikan zakat adalah orang kafir (kecuali yang diharapkan keislamannya), orang tua dan anak, serta istri.

asnaf zakat

 

“Sesungguhnya zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir, orang miskin, amil zakat, yang dilunakkan hatinya (muallaf), untuk (memerdekakan) hamba sahaya, untuk (membebaskan) orang berhutang, untuk jalan Allah, dan untuk orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetatapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Megetahui lagi Maha Bijaksanan.” (QS: At Taubah (9) : 60)

 

***

Depok, 25 November 2012

pukul 22.45 WIB