Dahsyatnya Zakat


2,5%

In Class Training

Selasa, 27 Nov 2012

Hari ke-6

 

Bismillahhirrohmannirrohim….

Apakah Anda tahu berapa potensi zakat di Indonesia pada tahun 2012? Jika Anda tidak tahu, maka saya akan memberi tahu. Ingat baik-baik. Potensi zakat di Indonesia pada tahun 2012 sebesar Rp 225,26 Triliun. Jumlah itu adalah seperdelapan dari APBN 2013. Jika uang sebesar itu bisa dihimpun dan dioptimalkan, tentu akan banyak kaum dhuafa yang terbantukan dan terberdayakan, baik dalam bidang pendidikan, ekonomi, kesehatan, dll. Visi dari zakat itu sendiri adalah pemberdayaan, bukan menggarami air laut. Karena orientasinya pemberdayaan, maka dengan dana zakat diharapkan dapat merubah mustahik menjadi muzakki. Bukan hanya ketergantungan permanen. Jadi, kurang tepat jika uang zakat disalurkan langsung dalam bentuk uang. Kenapa? Karena uang tersebut akan segera habis, alias sekali pakai. Tidak ada keberlanjutannya.

Saya teringat dengan uraian pemateri pertama, Pak Thoriq, pada training kali ini tentang alasan orang berdonasi kepada suatu organisasi nirlaba. Jawabannya adalah program. Yah, program seperti halnya produk pada organisasi profit. Oleh karena itu, program haruslah dikemas secara kreatif, inovatif, dan inspiratif. Dengan demikian, maka program-program tersebut bisa “dijual” kepada masyarakat, sehingga dapat menarik mereka menjadi seorang donatur. Oya, perbedaan yang menarik antara profit organisasi dengan organisasi nirlaba adalah kondisi keuangan saat diakhir tahun. Semakin banyak uang yang terkumpul, maka semakin bagus kinerja profit organisasi tersebut. Sedangkan, untuk organisasi nirlaba, semakin sedikit uang yang tersisa diakhir tahun, maka kinerja organisasi tersebut semakin bagus.

Lalu, bagaimana kebermanfaatan uang zakat yang terkumpul? Dari uang zakat yang berhasil dikumpulkan, Dompet Dhuafa (DD) mampu membantu para mustahik dari segi pendidikan, kesehatan, dan ekonomi. Dalam bidang pendidikan, program yang dibentuk oleh DD anatara lain berupa beasiswa, Institut Kemandirian, sekolah gratis yang diperuntukkan untuk siswa yang cerdas, Makmal (laboratorium) Pendidikan, Sekolah Guru Indonesia, dll. Konsep Sekolah Guru Indonesia (SGI) ini mirip dengan Indonesia Mengajar (IM). Bahkan, SGI terbentuk lebih dahulu dibandngkan IM. Mungkin, karena kurangnya campaign untuk program SGI, jadi program ini kurang booming di masyarakat. Bahkan, kumpulan tulisan para alumni SGI pun sudah diterbitkan dalam bentuk buku yang berjudul Peluk Penawar Rindumu Indonesia.

Untuk bidang kesehatan, DD memiliki Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) dan RS. Rumah Sehat Terpadu. Sedangkan untuk bidang ekonomi dan pemberdayaan masyarakat, DD menyentuh sektor pertanian, peternakan, dan usaha mikro. Semua itu berasal dari dana zakat dari para donatur. Untuk dana zakat, si penerima manfaat haruslah beragama Islam sesuai dengan ashnaf yang tertera di Al-Qur’an. Sedangkan untuk infaq dan shodaqoh bisa dimanfaatkan oleh orang non-Islam. Jadi, meski sebagian besar dana LKC berasal dari dana zakat, LKC tetap menerima dhuafa yang beragama non-Islam. Pendanaan untuk dhuafa yang beragama non-Islam tersebut akan dikeluarkan dari dana Infaq dan Shodaqoh. Dengan melihat program-program yang telah dikembangkan oleh DD, maka bisa terlihat bagaimana dahsatnya dana zakat. Sudahkah Anda berzakat?

 

“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu ketentraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Medengar lagi Maha Mengetahui.” (QS At Taubah (9) : 103)

***

Depok, 28 November 2012

pukul 04.11 WIB