Berpetualang di ‘Jurasic Park’ Indonesia


Udara pagi dan sejuk khas pantai, menjadi sarapan pembuka di salah satu pulau bagian timur Indonesia. Saatnya bersiap menuju pelabuhan Labuan Bajo untuk menyebrang menuju Pulau Komodo. Pelabuhan Labuan Bajo menjadi pintu masuk masyarakat pulau Flores dari Bali dan Nusa Tenggara. Sekitar 2 hingga 3 jam, waktu yang dibutuhkan untuk tiba di Pulau Komodo.

Setibanya di Pulau Komodo, mungkin saja sahabat petualang akan disambut oleh hewan berukuran besar dengan bentuk purba dan kulit yang bersisik, serta dengan lidah yang menjulur bercabang dua dan berkuku tajam. Yah, hewan itu adalah komodo. Meskipun penampilannya menyeramkan, komodo bukanlah hewan pemburu aktif. Mereka adalah predator yang sabar. Di alam liar, komodo biasanya memburu mangsa yang lemah atau sudah terluka. Sahabat petualang tidak perlu takut, karena akan ada jagawana yang sekaligus sebagai pawang yang akan menemani kalian berpetualang di Pulau Komodo.

komodo menjulur

Sebelum menginjakkan kaki di Pulau Komodo, pastikan bahwa rekan perjalanan sahabat petualang yang wanita tidak ada yang sedang menstruasi. Kenapa? Karena indera pencimuan komodo sangat tajam dan komodo menjadi agresif jika mencium bau darah. Wanita yang sedang menstruasi sebenarnya boleh saja melakukan trekking. Namun, sebaiknya tidak pada awal-awal menstruasi sedang banyak-banyaknya.

Saat mulai melangkah menuju pulau, akan terlihat pemandangan hutan bakau yang berfungsi untuk mencegah abrasi. Sebelum petualangan dimulai, terlebih dahulu para jagawana akan memberi pengarahan. Selama di Pulau Komodo, sahabat petualang harus selalu waspada, karena bisa saja sewaktu-waktu sang komodo berada disekitar kalian. Saat berjalan pun, kalian harus selalu waspada. Komodo itu seperti bunglon, pandai berkamuflase. Sosok komodo saat tidur-tiduran, selintas seperti tanah berdebu atau batang kayu kering. Bisa-bisa, tanpa sengaja sahabat menginjak komodo.

Selain menjelaskan mengenai keadaan dan luas Pulau Komodo, sang jagawana pun akan memberikan arahan jikalau kita berpapasan dengan komodo. Bawalah kayu bercabang dua, karena komodo biasanya takut jika digertak dengan tongkat. Oya, jangan lupa menggunakan lotion anti nyamuk. Sahabat petualang tidak mau kan kalau petualangan kalian diganggu oleh nyamuk-nyamuk lapar. Karena medan yang akan ditempuh berupa bukit-bukit yang cukup melelahkan, maka jangan lupa untuk membawa serta air mineral.

Saatnya memulai petualangan !!!

Diawal petualangan, kalian akan melewati sebuah rumah panggung yang terbuat dari kayu. Rumah panggung tersebut adalah sebuah dapur. Di lokasi tersebut banyak sekali komodo yang menanti diberi makan. Namun, pada kenyataannya, komodo-komodo tersebut haruslah mencari makanannya sendiri. Bahkan, seringkali mereka memangsa sesama. Perlu diketahui, bahwa air liur komodo mengandung racun seperti racun yang dimiliki oleh ular paling berbisa yang hidup di dalam Taipan, Australia. Racun ini bisa dengan cepat menurunan tekanan darah, mempercepat hilangnya darah dan membuat korban menjadi syok, hingga tak berdaya melawan. Jadi, desas desus mengenai bakteri di air liur komodo yang selama ini dianggap bertanggungjawab menimbulkan luka infeksi yang parah pada korbannya hanyalah dongeng ilmiah semata.

Setelah menempuh perjalanan sekitar 15 menit, sahabat petualang akan tiba disebuah bukit. Dari bukit tersebut, akan terlihat pulau-pulau di sekitar Pulau Komodo. Kemudian, petualangan dilanjutkan dengan menuruni bukit menuju tempat komodo menyimpan telur-telurnya. Biasanya komodo akan membuat kamuflase dengan membuat sebanyak 5 lubang untuk melindungi telur-telurnya hingga menetas.

pantai merah

Setelah puas berpetualang, sahabat petualangan bisa bersantai di Pantai Merah yang berada di Pulau Komodo. Di Pantai Merah sahabat petualang akan menikmati pantai indah yang berpasir merah muda. Saat ombak menyapu, warna pasir berubah manjadi merah muda. Pantai yang seperti ini diperkirakan hanya ada 7 di dunia. Terumbu karang di bawah lautnya pun sangat menakjubkan karena dihuni beragam ikan hias yang berwarna warni seperti bat fish, butterfly fish, dan clown fish. Jumlahnya diperkirakan mencapai 1000 species ikan, 260 species terumbu karang, dan 70 species sponge.

Berpetualang di Pulau Komodo yang menjadi 7 Wonders, tentu akan memberikan kesan yang mendalam bagi pengalaman para sahabat petualang. Bagaimana, tertarik untuk berpetualang di ‘Jurasic Park’ Indonesia?

***

Take nothing, but picture

Kill noting, but time

Leave nothing, but foot print

 Tulisan ini diikutkan dalam lomba blog #Terios7Wonders yang diadakan Daihatsu, bekerja sama dengan Vivalog dan Blogdetik

Depok, 8 September 2013 ; pukul 11.30 PM

hujantanpapetir-801Referensi:

1. http://www.indonesia.travel/id/destination/106/taman-nasional-komodo

2. http://www.komodomegawisata.com

3. http://ridwanikap.web.id/2013/09/pulau-komodo-penuh-dengan-eksotisme/

4. http://nasional.news.viva.co.id/news/read/254652-empat-misteri-komodo-yang-berhasil-dikuak

5. http://travel.kompas.com/read/2011/08/08/07302373/Khawatir.Dikejar.Komodo.Ini.Tipsnya