Self Cleansing Lubang Telinga


Sebulan yang lalu, saya menyempatkan diri untuk mampir ke dokter THT untuk kontrol. Padahal mah belum pernah sama sekali ke dokter THT.

Setelah tanya-tanya teman kantor yang pernah ke dokter THT di sekitar Ciputat, akhirnya saya memutuskan pergi ke Dokter THT yang praktek di Rumah Sakit Sari Asih, Ciputat. Sebelumnya saya cari tahu terlebih dahulu jadwal praktek dokter THT di sana.

Setelah registrasi dan menunggu sekitar 30 menit akhirnya asisten dokter keluar dan memanggil nama saya. Saya masuk dan disambut dengan senyuman hangat dari seorang dokter yang mengenakan kerudung berwarna biru. Dokter Santi. Beliau bertanya apakah ada keluhan atau tidak. Saya menjawab tidak dan hanya minta untuk dibersihkan telinga saja.

Setelah proses pembersihan cerumen selesai, Dokter Santi langsung nembak saya dengan pertanyaan, “Kalau makan keseringan pake gigi sebelah kiri yah?” Saya jawab, “Iya, dok.”

Dokter Santi memberitahu saya kalau cerumen di telinga kanan saya lebih banyak dibandingkan telinga kiri saya. Cerumen merupakan cairan yang telinga yang diproduksi oleh daerah sepertiga bagian terluar lubang telinga. Cairan telinga ini sangat besar manfaatnya. Cairan lengket dan berbau tidak sedap ini ternyata mengandung bahan pelindung dan anti bakteri yang sangat berguna. Jadi, sebenarnya cairan ini bertanggung jawab untuk proses pembersihan telinga secara alamiah. Yah, tubuh memang punya mekanisme alami untuk membersihkan lubang telinga dan membuatnya tetap bisa mendengar, salah satunya dengan cairan ini.

Anatomi Telinga

Dokter Santi menasehati saya untuk mengunyah menggunakan kedua gigi saya di sisi sebelah kanan dan kiri. Kenapa? Karena aktifitas rahang seperti mengunyah dan menelan makanan mampu mendorong kotoran telinga keluar melalui lubang telinga. Pada umumnya kotoran tersebut akan mengering dan rontok dengan sendirinya menjadi serpihan-serpihan.

Semua bagian tubuh kita memiliki tugas masing-masing yang harus digunakan sesuai dengan fungsi kerjanya. Dan secara alamiah, bagian tubuh kita memiliki mekanisme sendiri untuk proses pembersihannya. Bayangin deh kalau tubuh kita, seperti telinga tidak mampu melakukan self cleansing, pasti akan banyak sekali kotoran ditelinga kita yang mungkin akan menggangu pendegaran dan juga penampilan. Maka nikmat Tuhan yang manakah yang kamu dustakan?

 

garis-daun2

Tobelo, 17 September 2014 ; 15.27 WIT

Sumber gambar: http://sains.me/

hujantanpapetir