Mati lampu disaat menjelang adzan maghrib. Karena pasokan listrik di Halmahera Utara tidak bisa mencukupi untuk semua wilayah, jadi selalu ada pergiliran listrik padam.

Beberapa hari lalu, ngobrol dengan dua orang akhwat. Dia tinggal di Malifut. Malifut ini daerah penambangan emas. Yang menambang emas ADALAH PERUSAHAAN DARI AUSTRALIA. Perusahaan ini memang membuka lahan pekerjaan bagi penduduk seitar yang hanya bermata pencaharian bertani dan berkebun, ad yang berkebun kelapa. kelapa. Pohon kelapa itu setahun cuma 3 kali panen. Senin sampai jumat,mereka bekerja sebagai buruh di perusahaan tambang emas itu yang lokasinya berada di datarn rendah, sabtu dan minggu mereka pulang untuk bertani dan berkebun. Tapi, dampak lingkungan dari limbah perusahaan itu menyebabkan para buruh, yang mandi menggunakan air di daerah tersebut, menderita gatal-gatal. Hmmm. Entahlah, yang jelas perusahaannya tidak mengakui kalau penyebab gatal-gatal pada pekerja mereka adalah air yang tercemar limbah perusahaan mereka.

Karena perusahaan australia itu sudah “menjarah” emas dari bumi halmahera, mereka memberikan mesin untuk memasok listrik di derah Halmahera Utara. Karena yang menjadi pusat kota di Halmahera Utara adalah Tobelo, jadi mesin pemasok listrik digunakan untuk wilayah Tobelo. Sedangkan Malifut, lokasi dimana penambangan emas berada, justru minim listrik. Listrik hanya untuk malam hari saja.

Semoga sempat mampir ke Malifut. Mau lihat lokasi penambangan emas nya.

(Edisi nemenin suami lembur. Lebih tempatnya karena di rumah mati lampu, jadi mending ikut ke kantor menikmati wifi gratis. :D) – at KPPN Tobelo

View on Path