Ada Doa Dalam Sebuah Hadiah


wp-1489577712229.jpg

Pulau Dodola, Morotai

Siapa orang yang kamu sayangi?

Ketika membicarakan soal cinta dengan manusia, maka yang terlintas dalam kepala saya pertama kali adalah orang tua dan keluarga kecil saya. Cinta kepada sorang tua jelas fitrah yang memang harus dimiliki setiap anak karena orang tualah yang membesarkan dan mendidik kita. Untuk keluarga kecil saya yang baru menginjak usia 3 tahun, banyak moment yang selalu saya abadikan. Foto di atas adalah salah satunya. Foto saat kami berlibur ke Pulau Dodola di Morotai, bulan November lalu. Kedua laki-laki dalam foto tersebut adalah laki-laki yang sangat saya sayangi. Mereka yang mengajarkan saya rasa cinta dan sayang sebagai seorang istri dan juga seorang ibu.

Kali ini saya akan bercerita tentang salah satu orang yang saya sayangi, yang mengajarkan saya rasa cinta dan sayang sebagai seorang istri. Cinta kepada seseorang yang Allah jodohkan dengan saya untuk membangun peradaban dari rumah.

“Dua fase yang paling penting dalam hidupmu adalah fase disaat kamu bertemu dengan jodohmu dan fase disaat kamu kamu menemukan jawaban mengapa kamu berdua dipertemukan.”

(Martikulasi Institut Ibu Profesional Batch #3)

.

Karena salah satu fase penting dalam hidup adalah saat kita dipertemukan dengan jodoh kita, maka dalam tulisan ini saya akan mencoba ‘jatuh cinta’ kembali dengan suami saya. Mengingat kembali mengapa dulu saya memilihnya dan mengapa kami dipertemukan.

.

Seseorang yang menjadi jodohku

Saya menyayangi laki-laki yang menjadi jodoh saya, bahkan hingga jatuh cinta padanya. Setidaknya ada tiga alasan kenapa saya ingin ‘membangun cinta’ dengannya, yaitu karena keshalihannya, akhlaknya terhadap orang tua, serta kesungguhannya dalam bertanggungjawab sebagai anak, suami, dan juga sebagai ayah. Tiga hal tersebut cukup menjadi alasan kuat bagi saya saat dahulu memilihnya sebagai pendamping hidup saya dan menjadi alasan kuat bagi saya untuk tetap jatuh cinta padanya, serta bangga terhadapnya.

.

Hal lain yang saya coba resapi sebagai alasan kami dipertemukan, yaitu selain beberapa sifat kami yang saling melengkapi, ternyata kami sama-sama memiliki ketertarikan dalam mengeksplorasi alam. Lokasi kami tinggal saat ini pun jaraknya sangat jauh dari ibu kota dan jauh dari gemerlap kota besar, namun memiliki keindahan alam yang sangat luar biasa. Saat awal tinggal di kota kecil ini, kami justru sibuk membuat jadwal tempat yang akan kami kunjungi.

.

Kesamaan hobi tersebut justru membuat kami excited dan berusaha untuk tetap bersyukur karena bisa berkesempatan menikmati alam Indonesia, sehingga sistem rotasi kerja suami yang lingkup rotasinya mencakup wilayah seluruh Indonesia dan kemungkinan akan terus mutasi dalam jangka waktu beberapa tahun bukanlah suatu beban untuk kami.

.

Tentang passionnya

Selain kesamaan dalam hal mengkesplorasi alam, ternyata kami juga sama-sama tertarik dengan dunia internet marketing. Ketertarikan kami dengan dunia internet marketing ini, akhirnya kami masukkan sebagai salah satu jalan menuju kemuliaan dan keberkahan hidup. Yah, kami memutuskan untuk terjun dan mendalami dunia internet marketing. KM 0 sudah dimulai sejak awal kami menikah, yaitu tahun 2014 lalu. Meski masih terseok-seok, kami mencoba untuk terus menambah jam terbang dan upgrade kemampuan dalam hal menulis konten artikel untuk website. Selain itu, upgrade ilmu dengan internet marketer pun sudah kami lakukan, bahkan kami pun sudah membeli tools untuk melancarkan usaha kami di dunia internet marketing.

.

“Sang Maha Pencipta menghadirkan kita di muka bumi ini sudah dilengkapi dengan “misi spesifiknya”, tugas kita memahami kehendak-Nya.”

(Matrikulasi Institut Ibu Profesional Batch #3)

.

Untuk menjadi seorang yang ahli dalam suatu bidang, tentu harus memiliki jam terbang yang tinggi. Hasil penelitian Malcolm Gladwell dalam bukunya yang berjudul Outliers (2008) mengemukakan sebuah teori yang menarik. Menurutnya, jika seseorang melatih sebuah skill tertentu selama minimal 10.000 jam, maka hampir bisa dipastikan orang itu akan “jago” dalam bidang tersebut. They will master the skill.

.

Dalam perjalanan di dunia internet marketing, suami saya ingin menambah keahlian dalam bidang desain grafis dan pembuatan aplikasi android. Namun, suami saya mengalami sedikit kendala untuk mengembangkan keahlian tersebut. Yang menjadi kendala utama saat ini adalah kami hanya memiliki sebuah netbook, yang mana tidak mumpuni untuk memfasilitasi suami saya dalam menambah jam terbang kedua aktifitas tersebut. Kalau hanya sebatas membuat konten artikel di website, saya rasa netbook kami sudah sangat cukup untuk membantu, tetapi tidak untuk kedua aktifitas tersebut.

.

wp-image-1667723703jpg.jpg

Netbook yang kami punya

Salah satu kebahagian saya adalah bisa melihat pasangan hidup saya mampu produktif mengembangkan passion-nya, tanpa mengorbankan perannya sebagai ayah, suami, dan juga abdi negara. Oleh karena itu,  setelah saya mempertimbangkan manfaat yang akan didapat oleh suami saya lebih besar jika ia memiliki laptop, saya ingin sekali memberikan hadiah sebuah laptop untuknya. Laptop tersebut nantinya akan membantunya mengasah kemampuannya dalam bidang desain grafis dan pembuatan aplikasi android. Harapannya, dengan semakin banyaknya jam terbang, bisa membuatnya menjadi ahli dalam bidang tersebut dan hasil karyanya bisa bermanfaat untuk orang lain. Selamat berkarya, sayang !!!

Advertisements